Tampilkan postingan dengan label Bengkel Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bengkel Diri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2020

Wanita, anak sholiha

Kajian BD 7 Masjid WTC Sudirman 9 Februari 2020
*Wanita Mulia Di Dunia dan Akherat*
*Ustadzah Aini* 

 *_"Menjadi wanita mulia bukan pilihan, melainkan keharusan. Maka jagalah kehormatan diri."_* 
Jangan sampai kita menjadi wanita nusyuz, yaitu seorang istri yg tidak mentaati perintah suami. Pembicaraan bolehkah istri bekerja setelah menikah, kuliah, dsbnya itu sebaiknya sudah selesai di meja khitbah. Antara calon suami dengan bapak calon istri. Karena kalau hanya berdua dengan calon istri, laki2 itu mudah berjanji tapi sulit menepati. Yang dimaksud dengan khitbah adalah yg laki2 menghampiri wali perempuannya. Bukan laki2 langsung ke perempuannya, itu namanya rayuan. Harta suami milik suami, tapi di dalamnya ada kewajiban untuk menafkahi istri dan anak2. 

*Dalam islam, seorang wanita tidak wajib menafkahi siapapun termasuk dirinya sendiri.*
Sedekah sama suami, bisa sedekah tenaga yaitu melakukan semua pekerjaan rumah tangga. Karena pekerjaan domestik itu sebenarnya bukan kewajiban istri, tapi suami. Tapi bukan berarti karena tidak wajib, maka kita ga merasa perlu mengerjakannya. Banyak peluang pahala dalam kehidupan rumah tangga. Kita juga bisa sedekah materi, yaitu membantu beberapa kebutuhan rumah tangga. Misal bantu bayar listrik, dsbnya. Kewajiban suami, menafkahi istri dan anak yaitu pemenuhan, kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan). *Standar mahar yg paling baik adalah yg memudahkan calon suami.* Bukan yang murah. Karena mudah untuk A, belum tentu mudah untuk B. Wanita boleh bekerja tapi harus seizin suaminya. Sesuai batasan syariat islam, yaitu tidak membuka aurat, dan tidak campur baur dengan laki2 yg bukan mahrom. Lakukan hal2 yg menyenangkan hati suami, meskipun tidak wajib.

*Peran perempuan sbg anak*
Kewajiban: Menjaga kehormatan diri dan keluarganya. *Karena laki2 biasanya dinilai dari masa depannya, tapi perempuan dinilai dari masa lalunya.* Maka jaga diri kita.. jaga kehormatan kita.. 

*Hak anak:*
Dinafkahi, dididik, dinikahkan. Kalau ayahnya murtad, meninggal dunia, atau hilang.. baru seorang ayah tidak wajib menjadi wali. 

*Urutan Wali:*
1) Ayahnya ayah (kakek)
2) Saudara laki2 kandung (seayah seibu) 
3) Sodara laki2 yg seayah, tp beda ibu. Saudara laki2 seibu ga bisa jadi wali. 
4) Paman kandung (dari ayah). Maksudnya, saudara laki2 ayah yg seayah seibu. Atau seayah aja. 
5) Ponakan laki2. Maksudnya, anak laki2 dari saudara laki2 seayah seibu. Atau seayah aja. 
6) Sepupu laki2 (dari ayah) Maksudnya, anak laki2 dari saudara laki2 ayah yg seayah seibu. Atau seayah aja. Sepupu ini meski bukan mahrom, tp bisa menjadi wali. 
7) Wali Hakim.
Wali hakim itu siapa? KUA yang sedang menjabat. Tidak bisa mantan KUA. Wali harus sudah baligh dan jg rasyid (dewasa). Wali itu hanya mengizinkan. Tidak wajib hadir dalam akad pernikahannya, karena bisa diwakilkan. Misal, seorang anak yg orangtuanya sudah lama berpisah dan selama ini tinggal sama ibunya. Saat ingin menikah, dia tetap harus mencari ayahnya. Untuk meminta izin menikah. Tapi kalau ayahnya tidak mau datang ke acara akad utk menikahkan anaknya, itu gapapa. Selama ayahnya mengizinkan, maka ayahnya bisa mewakilkan ke urutan wali lain, atau wali hakim. 
Misal lagi, seorang anak hasil dari hamil di luar nikah. Kan sudah tidak bernasab dgn ayah biologisnya. Maka walinya adalah wali hakim. Tapi ayah biologisnya ingin datang menikahkan anaknya. 
Maka solusinya, bisa dgn cara wali hakim mewakilkan dirinya ke ayah biologis tsb untuk menikahkan. 
 Ingat, *Suami itu bisa disentuh hatinya.* *Bisa jg disentuh akalnya.* Tinggal kita perhatikan suami kita.. yg mana yg lebih mendominasi. Logikanya atau perasannya (empatinya). 
Cari cara komunikasinya yang sesuai. Jagalah kehormatan kita, karena wanita dinilai dari masa lalunya. Jangan mau jadi wanita yang dicampakkan atau dilecehkan oleh lawan jenis yg tidak halal buat kita. 

*Kalau sudah jadi istri, jaga kehormatan suami.* Jangan suka posting2 sesuatu yang tidak menyenangkan hati suami di medsos. Karena curhat yang terburuk itu di medsos. Jangan pernah sedikitpun jempol kita menyebutkan keburukan suami kita atau anak2 kita, keluarga kita. 
Walaupun sudah bercerai sekalipun. Jangan bongkar keburukan mantan suami di medsos, dimanapun. Karena sampai kapan pun dia adalah ayah dari anak2 kita. Kalaupun kita membenci dia, jangan sampai kita buat anak2 kita jg membenci dia. Kenapa? Dengan kebencian itu, anak2 kita jadi kehilangan tauladannya. Kasian anak2 kita.. Kalau ada yang menyakiti, jangan dibalas dengan keburukan. Kenapa? Karena kalau begitu sama aja dong kita sama dia di mata Allah. 

*Jadilah wanita mulia, yang membalas keburukan dengan kebaikan.*

Jumat, 31 Januari 2020

Selayang Pandang BD

Assalamu'alaikum,
Sisterfillah dan temen-temen pengunjung blog ini, kali ini aku bakalan share gimana sih perasaannya setelah dan saat mengikuti kelas online Bengkel Diri?
Singkat cerita nih, aku tau kelas online ini dari temen yang kebetulan ikut di batch 3, sekitar tahun awal 2019 kalau ga salah. Karna kepo dan penasaran apa sih sebenernya ini tuh kok temen ku bilang asyik, menambah banyak ilmu, juga membantu meyakinkan diri agar jadi pribadi yang lebih baik. Daaaannn berbagai cara ku coba buat ngulik-ngulik dong ya, dari follow akun IG nya Bengkel Diri, dan kepoin lagi foundernya, yang kebetulan juga pernah ikutan webinarnya dari Tira.
Waktu itu pembukaan level 1 batch 9 dibuka, tapi hati masih gundah galau gulana. Dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya dipending dulu daftarnya dan tergabung di batch 10.
Masya allah, setelah ikutan? Semakin berbinar hati dan jiwa ini, terlebih kala itu masuk ke kelas Lubabah Kubra dengan keasyikan dan keeratan persaudaraan kami bikin hati makin berbunga, karna ada saudara seiman yang sering menjadi pengingat, menjadi teman dalam berproses menuju pribadi yang lebih baik lagi. Semoga bisa menjaga iman lebih baik lagi ya, doakan saya.
Tak lepas dari itu, setelah level 1 kelar, ada info lanjut level 2 dan tanpa pikir panjang ajuin proposal dan di acc itu sesuatu banget ya...
Hingga akhirnya sampai disinilah saya. Di kelas blogging yang akhirnya buka-buka file lama lagi buat menunaikan tugas dan memulai sesi sharing is caring nya yak.
Begitulah, setiap diri pasti ingin berproses menjadi sebaik-baik hamba Allah, dan sebaik-baik hamba Allah adalah yang selalu memoerbaiki diri dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dan mamou mengaplikasikan juga menebarkan manfaat untuk orang lain.
Barakallahu fiik,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 29 Januari 2020

BENGKEL DIRI

BENGKEL DIRI

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sisterfillah yang dirahmati Allah, dan temen-temen pengunjung blok aku, salam kenal dan salam ukhuwah untuk kita semua. Sebelum kita gali lebih jauh, ada baiknya dong ya, kenalan dulu dengan Sekolah Online buat ukhtifillah yang ingin memperbaiki dan menambah ilmu.

Sekolah Online Bengkel Diri namanya. Sekolah yang asik dan canggih ini di adain via whatsapp loh. Namanya juga online kan ya, pastinya kelasnya ga bertatap muka.

Nah siapa sih foundernya?
Founder Sekolah Online Bengkel Diri ini adalah Ummu Balqis, yang sampai saat ini pun aku ga tau nama asli beliau. Hehe..

Apa aja sih yang dipelajari? Banyak banget kok sisterfillah. Tiap levelnya muatan perkuliahan yang diajarkan bertahap dan sesuai kebutuhan kita banget gitu. Ibarat kata, Ummu dan fasilitator penyusun kurikulum itu tau banget apa yang lagi kita butuhin.

Mulai dari level 1, ada materi dasar Islam, kuliah ibu, juga skill fotografi juga loh. Nah untuk level 2 nya nih, lebih berbobot lagi. Mulai dari pembahasan fiqih keluarga, psikologi, blogging, ada juga kelas tahsinnya loh. Seru kan....

Ada yang masih bingung lagi???
Boleh kok tinggalkan komentarmu, bisa sharing juga kok.

Udah, segitu aja dulu ya...
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.