Minggu, 22 Maret 2020

Belajar Dari Sebuah Jam 

TERJADI dialog antara pembuat jam dengan jam yang sedang dibuatnya.
Pembuat jam berkata, “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak sebanyak 31.536.000 (Tiga puluh satu juta lima ratus tiga puluh enam ribu) kali dalam setahun?”,

jam itu tersentak, “Enggak mungkinlah saya berdetak sebanyak itu!?”

“Baiklah, bagaimana kalau 86.400 (delapan puluh enam ribu empat ratus) kali dalam sehari?” tawar pembuat jam.

“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang kecil-kecil begini?” jawab jam penuh keraguan.

“Kalau begitu cukup berdetak 3.600 (tiga ribu enam ratus) kali dalam satu jam, pasti kamu sanggup!” pinta si pembuat jam lagi.

“Sepertinya saya masih belum sanggup berdetak sebanyak itu dalam sejam.” Jam masih saja bimbang dengan kemampuannya.

Akhirnya si pembuat jam berkata, “Sudahlah, sanggupkah kamu berdetak satu kali saja setiap detik?”

Jam itu sontak menjawab, “Naah, kalau cuma sekali sedetik sih aku sanggup, kapan aku mulai bekerja?”.

“Sekarang!”, seru pembuat jam.

Setelah selesai dibuat, jam itu pun berdetak satu kali setiap detik. Lalu berdetak terus sampai 3.600 kali dalan satu jam. Berlanjut lagi sampai 86.400 kali dalam sehari. Dan tanpa terasa jam itu telah berdetak 31.536.000 kali dalam setahun.

Hikmah dan Pelajaran Belajar dari jam,

kadangkala kita ragu terhadap tugas dan pekerjaan yang kita anggap terlalu berat untuk dilakukan, padahal kita belum mencobanya.

Karena itu jangan pernah berkata ‘tidak bisa’ terhadap setiap pekerjaan yang kita anggap berat dan sulit.

Sebenarnya kita hanya butuh keberanian untuk mencoba, selanjutnya semua berjalan dan mengalir seperti air.

Banyak gagasan dan pekerjaan besar yang terasa berat untuk dimulai. Maka cobalah memulai dari hal yang kecil dan ringan.

Kemudian mulailah membangun sistem dan mekanisme kerja yang baik agar segala sesuatunya berjalan dengan maksimal dan agar keberhasilan itu juga berguna bagi orang-orang di sekitar kita.

Sabtu, 21 Maret 2020

Lubabah Kubra

Lubabah Al-Kubra binti Al-Harits - Wanita Muslim pemberani Yang Memukul Abu Lahab

Muhamad Nurdin Fathurrohman 1:48:00 PM
Artikel "Lubabah Al-Kubra binti Al-Harits - Wanita Muslim pemberani Yang Memukul Abu Lahab" adalah bagian dari seri "Kisah Shahabiyah - Sahabat nabi perempuan" kaktus Lubabah Al-Kubra binti Al-Harits bin Hazn bin Bujair bin Al-Hazm bin Ru’aibah bin Abdillah bin Hilal bin ‘Amir bin Sha’sha’ah bin Mu’awiyah bin Bakr bin Hawazin bin Manshur bin ‘Ikrimah bin Khashfah bin Qais bin ‘Ailan bin Mudhar Al-Hilaliyah. Ia lebih dikenal dengan kunyah yang diambil dari nama putra pertamanya, Al-Fadhl, sehingga sebutannya adalah “Ummul Fadhl”. Lubabah Al-Kubra binti Al-Harits adalah wanita yang sangat pemberani, ialah wanita yang pernah memukul Abu lahab sampai sakit hingga meninggal. 

Ibunya bernama Hindun binti ‘Auf bin Zuhair bin Al-Harits bin Himathah bin Dzi Halil. Ummu Fadhl adalah salah satu dari empat wanita yang dinyatakan keiman­an­nya oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Keempat wa­nita tersebut adalah Maimunah, Ummu Fadhl, Asma‘, dan Salma. Maimunah adalah Ummul Mu’minin RA, saudara kandung Ummu Fadhl. Sedangkan Asma‘ dan Salma adalah kedua saudari dari pihak ayahnya.

Ia bersaudara dengan wanita yang memiliki kemuliaan. Saudara-saudara sekandungnya seluruhnya perempuan. Mereka adalah Maimunah, istri Rasulul­lah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Lubabah Ash-Shughra binti Al-Harits, istri Al-Walid bin Al-Mughirah, yang melahirkan “Si Pedang Allah”, Khalid ibnul Walid RA, ‘Ishmah, ‘Izzah, dan Huzailah. Sementara saudara perempuannya seibu adalah Asma binti ‘Umais RA, pendamping “Sang Pemilik Dua Sayap”, Ja’far bin Abi Thalib RA, yang sepeninggal Ja’far menikah dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, kemudian dengan ‘Ali bin Abi Thalib RA setelah Abu Bakar tiada.

Ummu Fadhl adalah istri Abbas, paman Rasulullah SAW. Abbas adalah salah seorang sahabat yang pertama masuk Islam. Namun, Abbas merahasiakan keislamannya. Hal ini diungkapkan oleh Abu Rafi, pelayan Abbas: “Ketika Islam datang, Abbas memeluk agama Islam lalu diikuti oleh Ummu Fadhl dan saya. Namun Abbas merahasiakan keislamannya.” Karena itu ketika hijrah Ke Madinah, Abbas dan Ummu Fadhl tetap tinggal di Mekah untuk memantau perkembangan Mekah.

Pernikahan Abbas dan Ummu Fadhl berbuah 6 orang anak lelaki yang mulia. Mereka adalah Fadhl, Abdullah, Ubaidullah, Mabad, Qatsam dan Abdul Rohman. Abdullah bin Abbas, yang kemudian dikenal sebagai Ibnu Abbas, merupakan sahabat yang terkemuka yang banyak meriwayatkan hadits shahih.   

Ketika Rasulullah SAW mulai mendakwahkan Islam, Ummu Fadhl adalah wanita yang pertama kali beriman sesudah Khadijah binti Khuwailid RA. Ia turut berhijrah ke Madinah setelah ber­islamnya Al-’Abbas, sang suami.

Ummu Fadhl termasuk wanita yang berkedudukan tinggi dan mulia di ka­langan para wanita. Rasulullah SAW sering mengunjunginya dan terkadang tidur siang di rumahnya.

Peristiwa pemukulan Abu lahab oleh Lubabah Al-Kubra binti Al-Harits 

Ummu Fadhl memiliki keberanian yang luar biasa. Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika setelah perang Badar Ummu Fadhl tengah memperhatikan budaknya, Abu Rafi', memahat batu di dekat sumur Zamzam. Tiba-tiba datang Abu Lahab duduk pula di situ. Abu Lahab tidak berangkat pada Perang Badar dan mewakilkannya pada Al-’Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah, sebagaimana kebiasaan pada waktu itu.

Saat itu orang-orang memperbincangkan tentang kekalahan kaum musyrikin pada perang Badar melawan kaum muslimin. Ketika Abu Sufyan tiba sekembalinya dari Badar, Abu Lahab berkata, “Datanglah ke sini anak saudaraku, sampaikan kepadaku berita dari Badar.” Maka orang-orang pun mengerumuni Abu Sufyan.

Abu Sufyan berkata, "Demi Allah tatkala kami menjumpai mereka, tiba-tiba mereka tidak henti-hentinya menyerang pasukan kami, mereka memerangi kami sesuka mereka dan mereka menawan kami sesuka hati mereka. Demi Allah sekalipun demikian tatkala aku menghimpun pasukan, kami melihat ada sekelompok laki-laki yang berkuda hitam putih berada di tengah-tengah manusia, demi Allah mereka tidak menginjakkan kakinya di tanah.” 

Abu Rafi' yang mendengar cerita itu spontan berteriak, “ Demi Allah, itu adalah malaikat”. Mendengar ucapan Abu Rafi', tiba-tiba Abu Lahab mengepalkan tangan dan memukul Abu Rafi' dengan kasar. Badan Abu Rafi' di tarik, dijatuhkan ke tanah dan Abu Lahab memukulinya.

Melihat hal itu, Ummu Fadhl mengambil tiang kemah yang menaungi Abu Sufyan dan memukulkannya ke kepala Abu Lahab hingga berdarah. Akibat kejadian itu Abu Lahab terluka parah, baik secara fisik maupun mental karena dia menanggung malu yang teramat sangat.

Abu Lahab sempat meminta tolong pada beberapa orang yang ada di sekitarnya. Tetapi tidak ada yang berani membela karena Ummu Fadhl tampak sangat marah. Sejarah mencatat bahwa setelah kejadian itu, Abu Lahab mengalami sakit selama 7 hari dan setelah itu dia meninggal dunia karena penyakit bisul bernanah.

Begitulah contoh pribadi seorang muslimah yang pemberani. Keimanan yang melekat erat dalam hati telah membuat Ummi Fadhl tidak berdiam diri ketika melihat tindak aniaya.

Jumat, 20 Maret 2020

Bidadari Syurga

(♥) 12 kata "JANGAN MENUNGGU" yg perlu dihindari (♥) 
••► Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

••► Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

••► Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

••► Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dgn orang lain! Maka kamu akan dipedulikan

••► Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dgn kamu.

••► Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dlm tulisanmu.

••► Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

••► Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

••► Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dgn tenang. Percayalah bukan sekadar uang yg datang tapi juga rejeki yg lainnya.

••► Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yg diikuti.

••► Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

••► Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa! Dan,,, Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kpd smua orang yg anda kenal,,, sehingga kita smua tersadar

 "LIFE IS SO BEAUTIFUL if we can enjoy it with ourself"